Sabtu, 17 November 2012

RESUMAN KITAB WAHBAH ZUHAILY JILID 1 dan JILID 2 BAGIAN KE-1 dan KE-2

RESUMAN KITAB WAHBAH ZUHAILY JILID 1 dan JILID 2
BAGIAN KE-1 dan KE-2
IBADAH
A.    Thaharah (bersuci)
Persoalan atau pendahuluan ketika akan melaksanakan shalat:
1.      Thaharah
Pembahasan bersuci atas shalat yaitu;
-          Bersuci adalah kunci shalat
-          Bersuci adalah syarat sahnya shalat
-          Bersuci adalah separuh dari keimanan
Dalam pembahasan thaharah ini ada beberapa poin yang terkandung didalamnya tentang :
§  Arti thaharah
§  Syarat wajib thaharah
§  Macam-macam bersuci
§  Macam-macam Air
§  Hukum asar dan abar
§  Macam-macam ketentuan bersuci
2.      Najis
Pembahasannya yaitu:
-          Macam-macam najis secara garis besar dan hukum menghilangkannya
-          Ukuran/ batasan diperbolehkan barang najis
-          Cara mensucikan najis dengan menggunakan air
-          Hukum ghusalah

3.      Istinja’
Yaitu menghilangkan najis karena (buang air kecil dan buang air besar) dengan menggunakan air atau batu.
Pembahasnnya:
-          Arti istinja’ dan perbedaannya dengan istibra’ dan istijmar
-          Hukum istinja’, istibra’, dan istijmar
-          Permasalahan istinja’, sifatnya, dan caranya
-          Kesunnahan dalam istinja’
-          Tatakrama dalam melaksanakan hajat (BAK dan BAB)

4.      Wudhu’ dan sesuatu yang mengikutinya
Pembahasnnya:
-          Wudhu’
§  Definisi: Adalah membersihkan anggota tertentu yang di buka/diawali dengan niat, yakni membasuh muka, kedua tangan, dan kedua kaki, dan mengusap kepala.
§  Macam-macam wudhu’: yaitu, fardh, wajib, sunnah, makruh, haram
§  Fardhu wdhu’ yaitu: niat,  membasuh muka, membasuhkedua tangan sampai siku, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
§  Syarat wudhu’, yaitu: syarat wajib (berakal, baligh, islam, mampu menggunakan air suci, suci dan hadts dan najis, tibanya waktu shalat), syarat sah, sunnah wudhu’, tatakrama wudhu’ dan keutamaannya, makruhnya wudhu’
-          Siwak
§  Definisinya: penggunaan alat seperti pasta gigi dan sabun pada gigi untuk menghilangkan bau.
§  Hukumnya: sunnah. Akan tetapi bisa makruh apabila dilakukan ketika pada siang hari bulan puasa
§  Tata caranya: seseorang bersiwak dengan tangan kanan dan memulainya dari samping kanan pada gigi.
§  Faidahnya: membersihkan mulut, memutihkan gigi, mempermudah membaca syahadat ketika mati, dan lain-lain.
-          Membasuh kedua telapak (baik telapak tangan maupun telapak kaki)

5.      Mandi besar
-          Pengertiannya: adalah meratakan air suci pada seluruh badan dengan disertai niat
-          Wajibnya mandi besar karena: keluar mani, bertemunya dua kemaluan (laki-laki dan perempuan), haid, nifas, meninggalnya orang islam (bukan mati syahid), dan orang kafir yang baru masuk islam.
-          Fardhunya: meratakan air keseluruh badan, kumur-kumur dan menghirup air, niat, bersambung dan tartib (berurutan)
-          Sunnahnya: ada banyak perbedaan antar madzhab
-          Makruhnya: juga terdapat banayak perbedaan antar madzhab
-          Sesuatu yang diharamkan ketika hadats besar, yaitu: shalat, thawaf, membaca al-quran dan membawanya, dan masuk masjid (i’tikaf)
-          Mandi besar yang disunnahkan: yaitu untuk mau shalat jum’at, shalat ‘idain (dua hari lebaran), ihram haji/umroh, mayit, mustahadhah, sadar dari gila/mabuk,

6.      Tayammum
-          Definisi tayamum
Menurut bahasa: Al-qashd. Sedangkan dalam istilah syara’ ialah sampainya debu ke wajah dan kedua telapak tangan sebagai ganti dari wudhu’ dan adus dengan syarat-syarat tertentu. Tayamum ini khusus untuk umat islam dan disyari’atkan pada perang musthaliq, yakni pada tahun ke-6 H.
-          Ketentuan tayamum
Tayamum digunakan bersuci untuk shalat fardhu, sunnah, membawa al-quran, membaca al-quran
-          Sebab-sebab tayamum
·         Ketika air tidak mencukupi untuk digunakan wudhu’ maupun adus (mandi besar)
·         Ketika tidak mampu/bisa menggunakan air
·         Sakit
·         kebutuhan terhadap air pada saat sekarang dan akan datang
·         takut tidak menemukan air ketika mencari air
·         ketika air sangat dingin
·         takut sampai habis waktu shalat
-          rukun dan fardhu tayamum
·         niat ketika mengusap muka
·         mengusap wajah dan kedua tangan
·         tartib (syafi’i)
-          syarat tayamum
·         alat yang digunakan suci
·         tayamum dilakukan setelah masuk waktu shalat
·         telah mencari air

7.      Haidh, Nifas, dan Istihadhah
-          Haid
Darah yang keluar dalam keadaan sehat dari rahim seorang perempuan tidak dalam keadaan melahirkan ataupun sakit dengan waktu yang sudah tertentu.
·         Warna darah: hitam, merah, kuning, dan coklat (tengah-tengah antara warna hitam dan putih)
·         Masa haid dan sucinya, yaitu 15 hari batas maksimal haid dan 15 hari batas minimal suci
-          Nifas
Darah yang keluar bersamaan dengan keluarnya bayi.
Yang diharamkan ketika haid dan nifas adalah shalat, thawaf, membaca Al-quran, menyentuh mushaf, sujud tilawah, i’tikaf, masuk masjid. 
-          Istihadhah
Darah yang keluar di lain waktu kebiasaan (selain haid dan nifas), dalam keadaan sakit

B.     Shalat
Pasal 1: definisi shalat pensyariatan, dan hukum meninggalkan shalat
-          Shalat menurut bahasa: do’a. Sedang menurut syara’ adalah perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan di akhiri dengan salam dengan waktu dan syarat tertentu.
-          Syari’atnya: shalat itu wajib bersumber pada Al-quran. Sunnah, dan ijma’
-          Shalat fardhu ada lima: dhuhur, asar, maghrib, isa’, dan subuh
-          Hukum m,eninggalkan shalat: semua orang islam telah sepakat bahwa shalat itu wajib bagi semua orang islam yang baligh, berakal, dan suci. Yakni tidak dalam keadaan haid dan nifas dan tidak dalam keadaan gila atau mabuk. Maka tidak sah shalat orang yang  memiliki salah satu keadaan di atas (haid, nifas, gila dan mabuk)  
Pasal 2: Waktu shalat
-          Shalat subuh: yaitu dimulai ketika terbit fajar shadiq dan berakhir ketika terbit matahari.
-          Shalat dhuhur: yaitu mulai tergelincirnya matahari sampai bayangan tepat ditengah
-          Shalat asar: yaitu mulai berakhirnya waktu dhuhur sampai terbenamnya matahari
-          Shalat maghrib: yaitu mulai terbenamnya matahari sampai hilangnya warna mega kemerah-merahan di ufuk barat.
-          Shalat isya’: yaitu mulai hilangnya warna mega kemerah-merahan di ufuk barat sampai terbitnya pajar shadiq.
Pasal 3: Adzan dan iqamah
-          Adzan adalah I’lam (pengumuman), yakni perkataan khusus pemberitahuan tibanya waktu shalat fardhu dengan menggunakan lafadz yang sudah ditentukan.
-          Hukum adzan menurut jumhur ulama sunnah muakkad bagi laki-laki yang berjama’ah di masjid untuk shalat fardhu dan shalat jumat.
-          Syarat adzan dan iqamah:
·         Masuk waktu shalat
·         Menggunakan bahasa arab
·         Adzan maupun iqamah disyaratkan didengar oleh sebagian jama’ah
·         Tartib dan harus beruntun antara adzan dan iqamah
·         Dilakukan satu orang
·         Mu’adzin harus orang islam, berakal, dan laki-laki
-          Kalimat adzan adalah “Allahu Akbar, syahadatain, hayya ‘ala ash-shalah, hayya ‘ala al-falah”
Pasal 4: Syarat shalat (syarat sah dan syarat wajib)
-          Syarat wajib: islam, baligh, dan berakal
-          Syarat sah: mengetahui masuknya waktu shalat, suci dari dua hadats (kecil maupun besar), suci dari najis, menutup aurat, menghadap kiblat, niat, tertib dalam melaksanakan shalat, berkesinambungan dalam melaksanakannya, menghindari perkataan asing dari shalat, menghindari perbuatan banyak yang selain dari shalat, menghindari makan dan minum.
Pasal 5: Rukun shalat
-          Kewajiban shalat yaitu ada 18. Diantarany: membuka shalat dengan kata Allahu akbar , membaca fatihah, membaca surat pendek setelah bacaan fatihah,  Dll
-          Rukun Shalat ada 11 rukun. Diantaranya: takbiratul ihram, berdiri bagi yang mampu, membaca Al-fatihah, ruku’, i’tidal, sujud dua kali tiap satu raka’at, duduk diantara dua sujud, duduk pada tahiyat akhir, salam, tuma’ninah dalam perbuatan yang telah ditentukan, dan tartib.   
Pasal 6: Sunnah shalat
-          Sunnah ab’ad dan Sunnah haiat
-          Sunnah shalat yang masuk dalam shalat fardhu. diantara:  
·         Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram
·         Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri
·         Melihat pada tempat sujud
·         Doa istiftah
·         Ta’awud sebelum melakukan bacaan pada shalat
·         Mengucapkan amin
·         Diam sejenak dengan perkiraan bacaan subhanallah
·         Membaca surat setelah bacaan fatihah
·         Takbir ketika bangun dari ruku’, sujud, dan berdiri
·         Tasmi’ dan tahmid
·         Meletakkan kedua tangan diatas lutut dan pandangan tetap kearah sujud
·         Do’a antara dua sujud
·         Tahiyat pertama
·         Shalawat pada nabi Muhammad ketika tahinyat akhir
·         Dll
Pasal 7: sesutu yang dapat merusak/membatalkan shalat
-          Berbicara ketika shalat
-          Makan dan minum
-          Banyak bergerak
-          Membelakangi kiblat
-          Membuka aurat dengan sengaja
-          Berhadats kecil maupun besar
-          Terkena Najis
-          Tertawa terbahak-bahak
-          Murtad (keluar dari Islam), gila, mabuk, dan mati
-          meninggalkan rukun dan syarat tanpa ada udzur
-          mendahului imam dengan sengaja
-          ketika menemukan air bagi orang yang tayamum
-          salam dengan sengaja sebelum sempurnanya shalat, Dll
Pasal 8: Shalat sunnah nafilah
-          sunnah muakkad
·         dua rakaat sebelum shalat subuh
·         empat rakaa’t sebelum shalat dhuhur, atau sebelum shalat jum’at
·         dua raka’at setelah dhuhur
·         dua raka’at setelah shalat maghrib
·         dua raka’at setelah shalat isya’
·         shalat taraweh
-          sunnah ghair muakkad
·         dua raka’at setelah shalat ba’diyah dhuhur
·         empat raka’at sebelum asar
·         empat rak’at sebelum shalat isa’
·         shalat awabin (kembali pada Allah dengan taubat atau istighfar)
·         shalat duha
·         dua raka’at selesai wudhu’
·         shalat tahiyatul masjid
·         shalat tahajjud
·         shalat istikharah
·         shalat tasbih
·         shalat hajat
Pasal 9: Macam kekhususan dalam sujud
-          sujud sahwi,
-          sujud tilawah,
-          sujud syukur
Pasal 10: Macam-macam shalat:
-          Shalat jama’ah
-          Shalat jum’at
-          Shalat musafir (jama’ dan qashar)
-          Shalat ‘idain (dua hari raya: idul fitri dan idul adha)
-          Shalat kusuf dan khusuf
-          Shalat istisqa’
-          Shalat khauf
-          Shalat janazah

C.     Puasa dan I’tikaf
1.      Puasa
-          Definisi: puasa adalah menahan, yaknui menahan dari makan dan minum di siang hari bulan puasa, mulai terbitnya fajar shadiq sampai terbenamnya matahari.
-          Mavam-macam puasa, yaitu: puasa wajib, sunnah, haram, dan makruh
-          Syarat puasa
·         Syarat wajib, yaitu: islam, baligh, berakal, mampu (sehat dari sakit), dan menetap
·         Syarat sah, yaitu: niat, suci dari haid dan nifas, sudah cakap berpuasa, sehat (tidak gila), islam (bukan orang kafir)
-          Sunnah-sunnah dalam puasa, yaitu: melaksanakan makan sahur, takjil ketka mau berbuka puasa, berdoa khusus mau buka puasa, berbuka dengan yang manis-manis, mandi besar (dari junub, haid, dan nifas) sebelum terbit fajar, menjaga lisan dan badan dari perkataan dan perbuatan yang jellek, menjaga sahwat, memperluas silaturrahim, menyibukkan diri dengan mencari ilmu dan membaca al-quran, i’tikaf,
-          Udzur yang membolehkan berhenti berpuasa, yaitu: bepergian, sakit, hamil, menyusui, dan orang tua yang sudah lemah.

2.      I’tikaf
-          Definisi ialah berdiam di masjid dengan mempernayak dzikir dan berniat i’tikaf.
-          Dalil pensyari’atannya: al-quran, sunnah, dan ijma’
-          Syarat i’tikaf, yaitu: Islam, baligh, berakal, berada di masjid, berniat i’tikaf, puasa, suci dari junub, haid, dan nifas, dan ada izin suami terhadap istrinya.
-          Yang membatalkan i’tikaf, yaitu: keluar tanpa ada udzur syar’i, jima’, murtad, mabuk, haid dan nifas, makan dengan sengaja, berkata yang kotor dan jelek
D.    Zakat dan macam-macamnya
1.      Zakat
-          Definisi, adalah hak wajib dalam harta yang harus dikeluarakan untuk mensucikan harta.
-          Syarat zakat
·         Syarat wajib, yaitu: merdeka (bukan budak), islam, baligh, berakal, termasuk harta wajub zakat, hartanya sampai nisab yang ditentukan, harta sempurna milik sendiri, dll
·         Syarat sah, yaitu: niat, tamlik,
-          Macam harta yang wajib dizakati, yaitu: nuqud (emas dan perak), rikaz, harta perdagangan, hasil tanaman dan buah, hewan ternak (unta, sapi, dan kambing)  
2.      Shadaqah fitrah/ Zakat Fitrah
-          Zakat fitrah disyari’atkan pada tahun ke-8 H, tahun wajib puasa ramadhan, sebelum zakat.
-          Hukumnya wajib bagi semua orang muslim
-          Ulama fiqih sepakat bahwa zakat fitrah disunnahkan dikeluarkan pada hari fitri setelah terbit fajar sebelum shalat
3.      Shadaqah tathawwu’
Shadaqah tathawwu’ adalah mensedekahkan seluruh harta
-          Hukum Shadaqah tathawwu’ disunnahkan sewaktu-waktu, berdasarkan dalil al-quran dan as-sunnah.
-          Shadaqah secara sembunyi-sembunyi dan meningkatkannya pada bulan ramadhan
·         Shadaqah sembunyi-sembunyi lebih utama dari pada shadaqah secara terang-terangan
·         Meningkatkan sedekah pada bulan ramadhan lebih utama dari pada sedekah pada bulan lainnya.
-          Bersedekah dengan seluruh harta
-          Pertama dalam sedekah adalah harta yang suci
-          Sedekah disunnahkan yang utama adalah dari yang dibutuhkan
-          Sedekah disunnahkan taysir
-          Sedekah pada:
·         Orang terdekat
·         Shahibul hajat
·         Orang kaya, orang kafir, dan orang fasik
·         Mayit
-          Niat pada semua orang mukmin
-          Sedekah dari harta haram

Tidak ada komentar:

Posting Komentar